|
Anda dan keluarga suka mengkonsumsi minuman berkemasan karton atau tetrapak? Ternyata, kemasan karton bekas minuman yang Anda konsumsi masih bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna. Sejak beberapa tahun terakhir, Perusahaan Tetra Pak, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), serta para aktivis lingkungan hidup di Bandung bekerjasama untuk mengurangi sampah dengan cara mendaur ulang menjadi pulp. Salah satu tujuannya adalah untuk menanggulangi dampak kerusakan lingkungan. Beberapa waktu lalu, FeMale Radio Bandung berkesempatan jalan - jalan untuk melihat tempat pengumpulan sampah di Gudang Selatan dan tempat daur ulang di kawasan Dayeuh Kolot. Di TPS Gudang Selatan, segala macam sampah bisa kita temukan. Di sini dilakukan proses pemisahan sampah sesuai jenisnya, ada yang berupa kertas, plastik, dan kemasan karton. Untuk kawasan Bandung, Tetra Pak bekerjasama dengan Yayasan Kompak Indonesia untuk membantu mengorganisir para pemulung serta pengepul agar menyetorkan sampah kemasan produk makanan dan minuman ke pabrik. Program Manajer Yayasan Kompak, Iman Irmansyah mengatakan, Setiap minggunya, para pemulung di TPS Gudang Selatan mengumpulkan lebih dari 500 kg sampah kemasan karton. Setiap kg dihargai Rp 700. "Hingga saat ini sudah terdapat 15 tempat pembuatan sampah, 17 lapak, dan 1 tempat pembuatan akhir yang sampah - sampah kertasnya oleh para pengelolanya dikirim ke kami" tambahnya. Dari semua tempat pembuangan tersebut berhasil terkumpul hingga 22 ton sampah kemasan karton per bulan. Setelah ditimbang, sampah kemasan tersebut diangkut ke BBPK di Dayeuh Kolot. Di BBPK, FeMale Radio Bandung bersama para wartawan lain disambut oleh Ligia Santosa, salah satu peneliti BBPK di gedung pusat inovasi proses daur ulang sampah produk kemasan. Dalam gedung dua lantai yang berisi berbagai mesin berukuran besar tersebut, kami diajak berkeliling melihat proses daur ulang. Tumpukan sampah yang belum diproses menyebarkan bau yang amat menyengat. Proses pertama yang dilakukan adalah membersihkan dan memisahkan bagian karton dengan alumunium. Setelah bersih karton tersebut diproses menjadi pulp berbentuk lembaran basah. Pulp yang dihasilkan di BBPK Dayeuh Kolot kemudian akan dijual ke Pabrik Kertas untuk diproses menjadi benda pakai seperti sak semen, gypsum, atau amplop. Communication Director Tetra Pak, Mignonne Maramis mengatakan hingga saat ini sudah ada 20 perusahaan makanan dan minuman yang menggunakan kemasan kertas yang bisa didaur ulang, namun hingga saat ini belum sampai 5 persen kemasan yang sampai ke BBPK untuk didaur ulang. "Kita juga berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat agar membantu program ini dengan cara memilah sampah kertas dengan sampah jenis lain" Ujarnya. Selain di Bandung, Tetra Pak juga telah mendirikan fasilitas sejenis di beberapa kota besar lain, seperti di Bali, Surabaya, dan Jakarta. Nah, mulai sekarang gak ada salahnya kita mulai mengikuti saran Ibu Mignonne, pisahkan sampah kertas dengan jenis lain atau sampah organik dengan nonorganik. Satu tips sederhana dari Tetra Pak: setelah menghabiskan minuman dari kemasan Tetra Pak, buka lipatan di sisinya, kemudian dikempiskan, baru dibuang ke tempat sampah. Dengan memisahkan dan mengempiskan kemasan, kita sudah membantu pemulung dan berkontribusi mendukung program daur ulang Tetra Pak dan BBPK. |